logo mustaqilli vn-min

Belajar bahasa Arab dari Nol sampai Mahir hanya 2 Bulan

arabic camp mustaqilli online

Sebagai upaya mewujudkan generasi Islam yang mahir berbahasa arab dalam kurun waktu dua bulan di Lembaga Islam atau sekolah Islam, Indonesia Arabic Center (IAC) menjadi wadah pusat Pendidikan bahasa Arab dengan menggunakan metode mustaqilli.

Metode mustaqilli yang dicetuskan oleh K.H A Shohib Khairani telah mendapat penghargaan nasional  pada tahun 2009 dan  tahun 2012 di Dubai juga dinyatakan the best. Dalam mencapai hal tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan dengan bermitra ke Lembaga-lembaga Islam seperti sekolah dan pesantren untuk membantu serta meningkatkan sesama Lembaga Islam yang ingin mengupayakan perubahan dalam Pendidikan bahasa Arab. Dengan begitu muncullah penelitian mustaqilli untuk menguasai maharoh-maharoh atau keahlian-keahlian dalam bahasa Arab yang impian kedepannya generasi Islam mampu memahami bahasa Arab. Hal tersebut juga yang mendasari bermitra dengan sekolah-sekolah agar dapat mewujudkan cita-cita besarnya.

Melalui presentasi program mustaqilli dalam zoom meeting (30/5) bersama Al Irsyad Purwokerto, Kiai Shohib Khairani menyampaikan bahwa metode mustaqilli merupakan bahan ajar yang didesain dengan cara yang mudah dipahami, menyenangkan dan memprioritaskan kemandirian serta keaktifan peserta didik dalam berbicara dan menulis bahasa arab.

Dengan mengadakan program Arabic Camp Mustaqilli ke Lembaga-lembaga Islam yang sudah bermitra menjadi trobosan utama bagi mustaqilli Arabic Center. Terutama mustaqilli yang penerapannya aktif dan mandiri dalam mengimplementasikan kemahiran bahasa Arab, menjadi  beberapa level atau tingkatan dalam mempelajarinya. Pada tingkat dasar terdapat 6 jilid buku dengan kapasitas kurang lebih 800 mufrodat  dan jika di campkan dalam satu bulan  full secara intensifselesai untuk kelas 5 dan 6. Hasilnya pun bagus, baik dari hafalan, membaca dan menulis Arab. Sekolah-sekolah yang sudah menggunakan buku tersebut, Kemudian pada tingkat SMP dilanjutkan 5 buku dengan kapasitas 750 mufrodat yang jika di camp kan selesai dalam 30 hari. Untuk kategori belajar 1 bulan dapat menghafal kurang lebih 700 sampai 900 mufrodat.  Level 3 untuk tingkat SMU/SMA jika di camp kan 1 bulan kurang lebih 2500 mufrodat dengan penajaman bahasanya semakin diperdalam. Diakhir buku level 4 merupaka level tertinggi yaitu anak-anak memperbanyak latihan menterjemah al qur’an – hadis dan menterjemahkan bahasa Indoesia ke dalam bahasa Arab maupun sebaliknya.

Belajar bahasa Arab dari Nol

“Latihan tarjamatul qu’an dalam setiap halaman anak-anak sudah mampu, mandiri menterjemahkan al-qur’an baik dengan kamus dan didampingi guru pada ayat-ayat yang bersifat takwil atau tafsir”. Ujar Kiai Shohib Khaironi.

Belajar Bahasa Arab dari Nol Sampai Mampu Terjemah Al-Qur’an dan Hadits Hanya dalam 2 Bulan Saja

Ia juga menyampaikan dalam buku level 4 didesain dengan memperbanyak Latihan-latihan al-qur’an, sehingga camp 2 bulan sudah mampu menterjemahkan dan memahami al-quran. Di akhir buku 4 metode mustaqilli menterjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Arab maupun bahasa Arab ke bahasa Indonesia dilakukan setiap pertemuan satu halaman. Dengan tujuan untuk menggapai keahlian melalui banyaknya latihan, mengimplementasikan qowa’id  atau grammatical Arab dalam konteks Indonesia Arab atau sebaliknya. Termasuk qiro’atul kutub, latihan teks-teks pendek sebagai implementasi dari nahwu shorofnya, sehingga anak-anak sudah dibekali mufrodatnya dari lingkup kelas, kehidupan sekolah maupun kehidupan sehari-hari agar memudahkan mereka.

Buku 1-4 jika di campkan 2 bulan sudah mampu kuliah di luar negeri. Terlebih dilanjutkan lagi buku level terakhir dengan kapasitas 1500 mufrodat dan untuk buku terakhir biasanya membutuhkan waktu 1 bulan karena isinya yang cukup padat latihannya. Sehingga menyelesaikkan 5 buku Lembaga Islam manapun anak didiknya sudah terbiasa latihan menterjemah qu’an, muhadasah,  I’rob, transelate.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× WhatsApp