Syukur dan Ketaatan

Syukur dan Ketaatan
Kang Ulum
ARABIC CAMP (2)

Syukur dan Ketaatan

Oleh Agustiar Nur Akbar

Doa Nabi Sulaiman : “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (An Naml : 19)

Doa ini dipanjatkan nabi Sulaiman ketika mendengar seekor semut yang khawatir terinjak oleh beliau dan pasukan tentaranya. Sejatinya ini adalah doa refleksi rasa syukur nabi Sulaiman atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.

Satu diantara pelajaran yang ada. Bahwasanya hakikat rasa syukur itu berbanding lurus dengan rasa ‘takut’. Bersyukur akan nikmat-nikmat yang diberikan dan takut menjadi orang yang lalai serta lupa akan ke-Agung-an Illahi.

Tidak sedikit dari manusia luput dalam rasa takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sehingga merasa apa yang diraihnya, didapatnya tanpa ada campur tangan Sang Pencipta .

Hal tersebut kerpakali menjadikan manusia terjatuh pada kufur nikmat. Bahkan kedepannya lebih jauh lagi dapat menjadikan sombong, takabur. Seperti yang terjadi kepada Fir’aun.

Gambaran nabi Ibrahim ‘alaihi salam dan Fir’aun adalah perbedaan orang yang bertakwa dan yang tidak bertakwa dalam menyikapi nikmat Allah swt. Wallahu a’lam bis showab.

✏ Agustiar Nur Akbar

🏢 Pd Kelapa, Jakarta Timur

*Pelayan Rumah Quran Lebah Haramain 156

“Lebah Haramain 156 – Sebaik-baiknya manusia adalah yg dapat memberikan manfaat bagi yg lainnya”

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

WhatsApp chat