Depag Berikan Penghargaan kepada 6 ‘Kreator’ Pesantren

Depag Berikan Penghargaan kepada 6 ‘Kreator’ Pesantren
Kang Ulum
Depag Berikan Penghargaan kepada 6 ‘Kreator’ Pesantren (2)

Depag Berikan Penghargaan kepada 6 ‘Kreator’ Pesantren

Jakarta, NU Online. Dalam rangka Hari Amal Bhakti ke-63 Departemen Agama (Depag) memberikan pernghargaan kepada 6 orang kreator dari kalangan pesantren yang dinilai berjasa dalam pengembangan pendidikan dan khasanah pesantren.

Mereka adalah Agus Shohib Khoironi, Taufiqul Hakim, Abdullah Syukri Zarkasyi, Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus), Abdul Ghafir Nawawi, dan Sunarsih Wijaya. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Agama M. Maftuh Basyuni pada acara puncak Tasyakuran Hari Amal Bhakti ke-63 Depag di Hall C Pekan Raya Jakarta, Sabtu (17/1).

Agus Shohib Khoironi adalah penulis kitab Audhahul Manahij yang ditulis dua bahasa Arab dan Inggris. Alumni Pondok Pesantren Lirboyo ini dinilai layak disandingkan dengan intelektual-intelektual pesantren sebelumnya, yang karyanya diakui di tingkat internasional.

Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli 2

Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli 2

Penulis muda ini berhasil mempersembahkan sebuah kitab panduan tata- Bahass Arab dengan metode pendekatan baru, yaitu menggunakan skema dan diagram yang sangat memudahkan pembaca dalam mendalami ilmu Nahwu dan Shorof.

Taufiqul Hakim adalah penemu metode Amsilati, sebuah trobosan baru dalam sistem pembelajaran gramatika Bahasa Arab yang sangat praktis, akseleratif dalam penguasaan materi-materi Nahwu dan Shorof. Dengan metode Amtsilati, para pemula dapat menguasai bahasa Arab dalam waktu tiga hingga enam bulan dapat membaca ‘kitab kuning’. Metode ini sudah banyak digunakan di berbagai pesantren dan sudah diperbanyak hingga 70 ribu copy.

Abdullah Syukri Zarkasyi adalah salah satu pimpinan Pondok Pesantren Modem Darussalam Gontor yang telah memfasilitasi pendirian pondok-pondok alumni pesantren tersebut di Indonesia, yang jumlahnya mencapai sekitar 211 Pondok Alumni.

Ahmad Mushtofa Bisri atau lebih dikenal dengan Gus Mus tidak diragukan lagi adalah seorang budayawan, pelukis dan penulis yang sangat produktif. Kiai dan pengasuh Pondok Pesantren Roudatut Tholibin dinilai telah memberi warna tersendiri pada peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama.

Abdul Ghofir Nawawi adalah pimpinan Pondok Pesantren Salafiah Syafiiyah yang berada di Desa Benuroya, Kecamatan Raudagan Kabupaten Pahuwoto, Gorontalo. Penghargaan diberikan atas kiprahnya yang sangat gigih dalam mengembangkan pendidikan di daerah pedalaman.

Hj Sunarsih Wijaya adalah tokoh pengembang pendidikan islam usia dini yang berpihak pad a anak-anak yang kurang beruntung yang ada di pinggirin kota metrolpolitan. Lembaga Ri’ayatul Umah yang dipimpinnya kini telah membina dan mengembangkan unit-unit TKQ/TPQ di wilayah Jabotabek sebanyak 728 uinit TKQ dengan jumlah 15.000 santri.

Dalam acara tasyakuran itu Depag juga memberikan penghargaan kepada Petrus Oktavianus, seorang pendiri dan dosen senior Institut Injil Indonesia yang dinilai telah berhasil mengusung berbagai lembaga gereja dan mengembangkankan jejaring kerjasama dalam bentuk forum dan persekutuan. (nam)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*