Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli

Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli
Kang Ulum
Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli 2

[Majalah OASE] Hari itu, Sabtu 17 Januari 2009 dalam suasana penuh khidmad,  hadir di antara ratusan undangan di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), 7 tokoh agama yang dinilai telah membawa banyak pengaruh dan banyak berjasa kepada ummat dalam acara penganugerahan penghargaan yang disampaikan oleh menteri Agama RI M Maftuh Basyuni. Di antara deretan  ke 7 tokoh agama tersebut ada satu nama yang merupakan sosok cendekiawan muda yang belum banyak disebut oleh media massa nasional, namun ternyata kiprahnya di dunia internasional cukup dikenal dengan baik khususnya bagi peminat pada bidang bahasa Arab dan studi Timur Tengah.

Ya, dialah Ustadz Agus Shohib Khaironi, Lc, sosok muda kelahiran 1972 alumni pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur sekaligus juga alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini cukup terkenal di Timur Tengah dan di Amerika Serikat (AS) karena karyanya berupa kitab panduan tata bahasa Arab dengan metode pendekatan baru dengan nama kitab “Audhohul Manahij”. Metode pengajaran dalam kitab ini oleh penulisnya disebut dengan istilah “Mustaqilli”.

“Saya adalah orang Arab yang belum pernah melihat kitab mu’jam Nahwu Shorof yang paling mudah dipahami yang ditulis oleh seorang yang bukan Arab, di mana orang Arab sendiri belum ada atau belum pernah menulis dengan metode seperti ini sampai dengan saat ini”, kata DR Basyiiri Abdul Mu’thy, salah seorang syaikh dari Al-Azhar Kairo, Mesir.

Pujian juga datang dari ulama sekaligus pakar fiqih dunia yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu Prof. DR. Wahbah Musthafa Az-zuhaily:

”Buku ini merupakan karya dari seorang yang mempunyai pengetahuan mendalam dalam bahasa Arab. Dengan metodenya, ia menjadikan tata bahasa Arab yang rumit menjadi sederhana dan mudah dipahami”.

Di Amerika Serikat, kitab ini laku keras. Bahkan, booksurge LLC (Part of The Amazon Group of Company) yang berkedudukan di Charleston, South Carolina-USA turut memperluas penyebaran buku ini ke universitas dan lembaga-lembaga pendidikan di Amerika Serikat, khususnya pada bidang Arabic Program, Islamic Studies, Middle And Near Eastern Studies. Selain di Amerika, kitab ini juga mendapat sambutan luas di Iran sebagai salah satu kitab rujukan dengan kategori kitab terlaris yang mendapat bintang lima book rating.

Apresiasi masyarakat internasional ini membanggakan bangsa kita sehingga pemerintah melalui Departemen Agama memberikan penghargaan khusus kepada penulisnya. Dalam rangka tindak lanjut dari penghargaan ini, Departemen Agama juga telah merealisasikan program pelatihan metode mustaqilli ini kepada guru-guru madrasah di seluruh Indonesia dengan harapan adanya perbaikan yang signifikan terhadap mutu pendidikan khususnya bidang pengajaran bahasa Arab ini.

Metode mustaqilli ini lahir berangkat dari keprihatinan mendalam Ustadz Agus Shohib terhadap produk pendidikan Indonesia. Ribuan pesantren dan institusi pendidikan Islam di Indonesia dinilainya belum menghasilkan lulusan yang berkualitas. Ini terbukti dari sangat minimnya karya ilmiah Islam yang berskala internasional yang dihasilkan oleh lulusan dunia pendidikan kita, sesuatu yang sangat kontradiktif dibandingkan dengan kondisi di Tmur Tengah yang sangat produktif dalam menghasilkan karya ilmiah. Menurutnya hal ini terutama disebabkan oleh kendala kemampuan penguasaan bahasa Arab yang baik tidak dimiliki, padahal bahasa Arab merupakan alat utama dalam menggali Ilmu  pengetahuan Islam dari sumbernya yang asli.

Minimnya kemampuan penguasaan bahasa Arab dengan baik ini disebabkan oleh belum adanya metodologi pembelajaran bahasa Arab yang tepat. Lulusan dari  pesantren-pesantren di Indonesia rata-rata memiliki kemampuan bahasa Arab yang masih jauh dari standar, padahal mereka telah belajar bertahun-tahun. Demikian pula dengan lulusan institusi pendidikan lainnya, termasuk perguruan tinggi Islam. Oleh karenanya diperlukan terobosan untuk memecahkan persoalan ini, yaitu harus diciptakan satu metodologi pembelajaran yang tepat yang memudahkan penguasaan bahasa Arab sehingga penguasaan bahasa Arab dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dari study dan penelitian beliau yang mendalam maka lahirlah buku pembelajaran metode mustqilli ini yang diberi judul “Audhohul Manahij” yang terdiri dari 2 jilid. Untuk dapat mempelajari kitab ini dengan baik ditulislah buku “Dasar-dasar Mustaqilli” yang terdiri dari 2 jilid pula dan satu kitab Pra-Mustaqilli  satu jilid. Sehingga untuk dapat menguasai dengan baik bahasa Arab standar (Bahasa Arab fushah), harus menguasai 5 jilid kitab ini. Kitab ini memang disusun sangat sistematis dan memudahkan, namun demikian, pembelajaran tidak akan efektif jika tidak dilakukan pelatihan oleh seorang pengajar yang telah di training langsung mengenai system pengajaran metode mustaqilli ini.

Jika diikuti secara serius, proses belajar bahasa Arab dengan metode mustaqiili memerlukan waktu 203 jam pertemuan. Dengan total waktu pertemuan tersebut, siswa yang belum mengenal huruf hijaiyyah sama sekali akan mampu menguasai bahasa Arab dengan baik yang meliputi: membaca (Arab gundul), menulis dengan benar, menerjemah, mengarang (insya’), meng-‘irab dan bercakap-cakap dengan baik dan lancar. “Lulusan mustaqilli dijamin setara dengan calon siswa yang sudah siap kuliah di Timur Tengah”, tegas Ustadz Agus Shohib.

Di samping bekerja sama dengan Departemen Agama dalam mentransfer metode mustaqilli ini kepada para pengajar madrasah di seluruh Indonesia, saat ini Ustadz Agus Shohib juga mengembangkan system pelatihan dan kursus, di antaranya telah terselenggara di Jakarta Selatan dan di Depok. Baru-baru ini beliau juga bekerja sama dengan Bina Sarana Informatika (BSI) mengembangkan system pembelajaran ini.Saya sangat prihatin dengan  kondisi umat Islam saat ini. Seharusnya bahasa Arab adalah bahasa kedua setelah bahasa ibu kita. Kenyataannya sekarang image bahasa Arab seolah-olah hanya bahasa kelas bawah, bahasanya para TKW saja. Padahal ia adalah bahasanya para Ahli Syurga”, kata Ust. Agus Shohib dalam sebuah kesempatan.

Di Depok,  Ustadz Agus Shohib bekerja sama dengan seorang penggiat dakwah kantor, M.Fathoni Yasin mendirikan lembaga kursus yang diberi nama “Depok Arabic Center (DAC)” atau “Markaz Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah Depok” yang berlokasi di Pertokoan Maharaja A1/16 Jl Raya Sawangan Depok Jawa Barat. Lembaga ini dikelola secara professional sebagaimana kursus-kursus bahasa Inggris yang sudah terkenal.  Rencananya lembaga ini akan dikembangkan ke kota-kota lain seluas-luasnya dengan brand “Indonesia Arabic Center (IAC)”.

Masyarakat ternyata cukup antusias menyambut lembaga bahasa Arab dengan metode mustaqilli ini. Peminat dari kursus ini ternyata juga sangat beragam dari sisi usia, mulai dari usia pelajar SMP sampai  dengan usia ibu-ibu rumah tangga usia 60an bahkan mendekati 70an tahun. Dari sisi profesi pun, peminat bahasa Arab metode ini juga sangat beragam, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, pegawai kantoran, pengurus DKM, pengusaha, bahkan polisi aktif juga antusias mengikuti kursus ini.

“Visi kami adalah visi dakwah, kami ingin nantinya umat Islam menjadi tidak asing lagi dengan bahasa utama mereka yaitu Bahasa Arab. Kami menyisihkan 40 dari sisa operasional kami untuk dialokasikan pada beasiswa Arabic Program di DAC bagi pengurus DKM”, tegas Fathoni.

Di samping kursus regular, juga dilakukan pelatihan metode pengajaran program mustaqilli ini pada para ustadz dan guru bahasa Arab  yang memang sudah menguasai Bahasa Arab dengan baik. Ustadz Agus dan Tim juga giat melakukan kegiatan pelatihan ke berbagai pondok pesantren, baik di Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur dan Lampung, dengan harapan dapat terjadi penyebaran bahasa Arab yang lebih massive lagi. Di Lampung misalnya, Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin telah beralih total ke metode mustaqilli ini setelah uji coba pengajaran selama satu tahun ini. Prestasi para santrinyapun cukup membanggakan, diantaranya juara 1 debat bahasa Arab se Lampung, juara harapan tingkat nasional dan beberapa prestasi lainnya dari sebelumnya yang minim prestasi dalam bidang ini.

Geliat bahasa Arab di kalangan umat Islam pelan-pelan mulai bangkit dengan kebangkitan Bahasa Arab melalui metode baru ini. Secercah harapan kebangkitan Islam juga semakin terasa gaungnya dengan geliat ini. Semoga kebangkitan Islam yang sesungguhnya dengan tampilnya Islam sebagai pemimpin peradaban sebagaimana dulu Islam memimpin dunia sampai ke pelosok Eropa akan dapat terwujud. Ya semoga saja. [Majalah OASE, No.12/TH I/September 2012]

Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli

Bahasa Arab Menjadi Mudah Dengan Metode Mustaqilli

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*